Thursday, May 31, 2018

Jelang Pilkada, Ini yang Dilakukan KPU Sampang


SAMPANG -  Pemungutan suara dalam pelaksanaan Pilkada 2018 tinggal menunggu hitungan hari. Guna memantapkan penguasaan tugas PPK, PPS dan KPPS. KPU Kabupaten Sampang, Kamis (31/5) melangsungkan sosialisasi  pemungutan dan penghitungan suara (Tungsura).

Sosialisasi yang dilaksanakan di pendapa kantor Kecamatan Tambelangan itu berlansung memukau karna di iringi beberapa kuis berhadiah. Tak heran banyak peserta antusias dengan acara yang dihadiri langsung oleh perwakilan Kejari dan Polres Sampang itu.

Disela penyampaian materinya, Divisi SDM dan Parmas KPU Sampang, Miftahur Rozaq berujar, sosialisasi dimaksud sebagai tindak lanjut Bimtek Tungsura yang sebelumnya telah di sampaikan kepada seluruh PPK se Kabupaten Sampang.

"Dengan ini KPU memberikan kupasan detil peraturan-peraturan tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara di Tempat Pemungutan Suara," kata Gus Mim - sapaan Miftahur Rozaq.

Dihadapan seratusan undangan yang hadir dalam acara itu. Gus Mim, juga mensimulasikan aneka form dan model/dokumen yang akan digunakan pada pemungutan dan penghitungan suara.

Ia juga menegaskan kepada PPK dan PPS se Kecamatan Tambelangan, agar menekankan ketelitian yang penuh bagi para KPPS dalam pengisian form-form tersebut pada hari pelaksanaan. Hal ini karena implikasinya sangat luas.

"KPPS harus teliti dan cermat serta hati-hati betul dalam mengisi form. Apalagi form yang harus diisi KPPS di setiap TPS sangat banyak. Untuk itu proses Tungsura harus dilaksanakan se detail mungkin," tandas Gus Mim.

Pada kesempatan yang sama. Pria asal Kecamatan Torjun itu berharap, PPK bisa memaksimalkan koordinasi dengan seluruh jajaran di bawahnya. Termasuk dengan Panwascam dan lembaga terkait setempat. Sehingga setiap permasalahan yang muncul ditekankan agar selesai saat itu dan di tingkatan itu juga. Dengan demikian tidak ada persoalan yang menumpuk di tingkat atasnya.

"Suksesi Pilkada menjadi tanggung jawab bersama. Sehingga sudah saatnya kita bahu-membahu mensukseskan Pilkada, sebab sangat tidak mungkin proses yang rumit ini hanya dibebankan kepada penyelenggara pemilu semata," papar Gus Mim.

Disela kegiatan yang sama, Kasatreskrim Polres Sampang, AKP Hery Kusnanto mewanti-wanti baik PPK, PPS dan KPPS tidak menabrak aturan Pilkada maupun Pemilu. Jika tidak, akan terjadi proses-proses yang rumit pada saat pelaksanaan dan pasca pilkada.

"Jika aturan-aturan yang ada di tabrak, maka akan ada benturan sistemik. Benturan sitemik itulah yang bisa menimbulkan stabilitas pecah, termasuk akan berakibat pada proses hukum," terangnya. (idr/ros)




Labels:

Monday, May 28, 2018

Pembunuh Imam Bukhori ternyata Tetangga Desanya



SAMPANG - Pihak kepolisian polres Sampang mengkonformasi penangkapan atas warga Desa Tolang, Kecamatan Banyuates, berinisial J (16), yang diduga sebagai pelaku pembunuhan terhadap Imam Bukhori (16) warga Desa Planggaran Barat.

"Pelaku pembacokan terhadap Imam Bukhori, sudah diamankan di rumahnya sebelum sahur atau sekitar pukul 01.00 WIB, Senin dini hari. Pelaku berinisial J," kata AKP Hery Kusnanto, Kasat Reskrim Polres Sampang.

Kepada wartawan AKP Hery berujar, Pembacokan di Desa Planggaran Barat, yang terjadi pada Minggu, (27/5). Dilatarbelakangi rasa kesal lantaran diolok-olok.

“Pelaku merupakan tetangga desa dari korban. Pelaku masih seumuran dengan korban. Pembacokan ini dikarenakan istri pelaku sering diolok-olok atau diejek oleh korban,” jelasnya.

Dijelaskanya, sebelum kejadian, baik korban maupun pelaku  sempat bertemu. Kala itu pelaku tengah membeli popok untuk anaknya. Di saat yang bersamaan pelaku diejek oleh korban, bahwa anak yang dilahirkan istrinya bukan dari pelaku.

“Ngapain beli pempes, wong itu bukan anak kamu. Karena diejek seperti itu akhirnya pelaku tersinggung dan akhirnya terjadi pembacokan yang menyebabkan korban mengalami luka di bagian perut dan lehernya,” terangnya.

Menurut keterangan, sebelum pelaku berkeluarga, istri pelaku memang mempunyai hubungan asmara dengan korban.

Untuk diketahui, penemuan mayat korban di semak jalan Desa Pelanggaran Barat ditemukan warga setempat sekitar pukul 04.00 pagi hari.

Korban ditemukan dalam keadaan telungkup dengan memakai sarung berwarna hijau dan baju hitam dengan paduan merah di bagian lengannya. Di sekitar lokasi juga ditemukan ceceran darah. (idr/ros)

Labels:

Thursday, May 24, 2018

Heboh, BBPOM Temukan Makanan Tak Layak di Sampang


SAMPANG - Bagi anda warga Sampang yang suka berburu menu buka puasa di area bazar takjil harus lebih waspada. Masalahnya Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Surabaya menemukan sejumlah makanan mengandung zat berbahaya beredar luas di lokasi bazar takjil.

Temuan tersebut terkuak setelah digelarnya Inspeksi mendadak (Sidak) oleh tim gabungan yang melibatkan BBPOM Surabaya, Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Perdagangan dan perindustrian (Disperindagprin), Dinas Ketahanan Pangan dan pihak kepolisian Sampang.

Kepala BBPOM Surabaya, Sapari mengatakan, setelah dilakukan Sidak ditemukan sejumlah makanan yang tak layak konsumsi beredar di lokasi bazar takjil. Makanan dimaksud bahkan diketahui mengandung zat berbahaya untuk dikonsumsi, sehingga sangat beresiko pada kesehatan warga.

”Kami berupaya melakukan perlindungan terhadap konsumen atas tingginya resiko yang diakibatkan adanya zat berbahaya yang terkandung dalam jajanan takjil. Dan ternyata benar ada beberapa makanan yang sangat tidak layak konsumsi, ” kata Sapari kepada media, kamis (24/5/2018).

Dijelaskan Sapari, dari 26 sampel makanan yang di uji, petugas menemukan 5 jenis makanan yang positif mengandung zat berbahaya untuk dikonsumsi. Sehingga 5 jenis makanan yang positif mengandung zat berbahaya ini harus di bawa ke Surabaya untuk dilakukan uji lanjutan.

”Hasil dari uji lanjutan, 5 jenis makanan yang mengandung zat berbahaya ini nantinya akan dikembalikan kepada Pemkab Sampang agar ditindak lanjuti. Jika tidak, maka masyarakat yang dirugikan," terangnya.

Adapun 5 jenis makanan yang positif mengandung zat berbahaya itu, kata Sapari. Yakni ikan kemasan mika yang diketahui positif mengandung bahan pengawet. Sementara untuk makanan jenis krupuk, cincau, pentol dan pempek positif mengandung bahan borak dan zat pewarna, yang kesemuanya dijual di area bazar takjil.

Ditempat yang sama, sekretaris Dinkes Sampang, Asrul Sani menambahkan 5 makanan yang ditemukan posistif mengandung zat berbahaya itu tidak di sadari oleh para penjual. Dengan demikian, ia menegaskan tidak ada jaminan keamanan dan kelayakan konsumsi atas makanan yang diperjual belikan di area bazar takjil itu.

”Nanti kita dari tim akan agendakan rapat lanjutan, agar kedepannya tidak menjual makanan mengandung zat berbahaya lagi, sedang untuk para pembeli, kami minta harus lebih waspada,” singkatnya. (idr/ros)


Labels:

Tuesday, May 22, 2018

Diduga Palsukan Tanda Tangan Kades, Warga Minta Ismail Dihukum


SAMPANG-  Seratusan warga Desa Gunung Maddah, Selasa (22/5),  mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang. Kedatangan mereka untuk meminta kejelasan dan keadilan hukum terkait kasus pemalsuan stempel dan tanda tangan Kepala desa (Kades) oleh Ismail yang tak lain merupakan warga dari alamat yang sama.

Ratusan warga itu mengaku kesal karena Ismail tak kunjung ditahan meski sudah berstatus sebagai tersangka. Apalagi yang bersangkutan diketahui mendapat penangguhan penahanan dari Polres Sampang selaku pihak yang menangani kasus tersebut.

Fery Hermansyah, salah seorang perwakilan warga Desa Gunung Maddah mengatakan, berkas perkara dugaan pemalsuan stempel dan tanda tangan itu sudah dilimpahkan dari pihak kepolisian kepada Kejari setempat, namun sampai saat ini kasus itu masih belum di P21. Padahal sebelumnya tersangka sudah dijerat melalui pasal 263 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman kurungan 6 tahun penjara.

”Kami menuntut kepada Kejari Sampang untuk tidak main-main, dan tidak mudah diintervensi untuk memberikan keadilan hukum,” katanya.

Tak sampai disitu, Ia menilai kasus pemalsuan stempel dan tanda tangan kades itu tergolong kejahatan besar, kerena dengan sengaja dan terencana tanda tangan dan stempel kades digunakan untuk memalsukan dokumen negara, sehingga sudah sepatutnya tersangka ditahan dan diadili dengan harapan kejadian serupa tidak terulang kembali di desanya.

Menanggapi tuntutan warga itu, Kasi Intel Kejari Sampang, Joko Suharyanto dengan tegas menyatakan, bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan upaya pemeriksaan kedua kepada tersangka.

”Kami masih menunggu hasil kesimpulan dari jaksa yang menangani. Apakah tersanga  ditahan atau tidak, manakala mengacu kepada amanat UU dan pasal 263, maka tersangka bisa ditahan, namun kami perlu bermuswarah terlebih dulu,”singkatnya.

Menurut informasi, kasus dugaan pemalsuan stempel dan tanda tangan itu diketahui pada 28 Desember 2017. Kasus itu kemudian dilaporkan ke pihak Polres Sampang tertanggal 20 Januari 2018 oleh Rudik Sugianto, 33, yang menjabat sebagai perangkat Desa Gunung Maddah.

Berbekal laporan itu, penyidik Polres Sampang melakukan penyelidikan, penyidikan dan menetapkan Ismail sebagai tersangka dan menahan yang bersangkutan. Namun, saat ini tersangka dilepas dengan pertimbangan penangguhan penahanan. (idr/ros)

Labels:

Keterbatasan Personil, 21 Desa Tanpa Bhabinkamtibmas


BANGKALAN – Penerapan program ’Satu Desa Satu Polisi’ sebagaimana dicetuskan oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tak mudah dijalankan di Bangkalan. Masalahnya, korps Bhayangkara Bangkalan kekurangan petugas Bhabinkamtibmas.

Pihak kepolisian Polres Bangkalan menyebut, dari 281 desa yang ada di Kabupaten Bangkalan. 21 desa diantaranya tanpa Bhabinkamtibmas. Sehingga perlu melibatkan Bhabinkamtibmas lain yang tempat tugasnya berdekatan.

Kapolres Bangkalan Boby Pa’ludin Tambunan mengatakan sesuai program Kapolri Tito Karnavian,  setiap desa akan mendapatkan 1 personil Bhabinkamtibmas. Namun diakuinya, bahwa di Bangkalan masih ada 21 desa yang tidak terploting.

“Kami mencatat ada 21 desa tanpa Bhabinkamtibmas. Nah, solusinya desa yang tidak terploting akan menjadi desa pantaun bersama,” tuturnya kepada awak media, Senin (21/5).

Kata Boby, sejauh ini jumlah personil Bhabinkamtibmas sendiri tercatat sekitar 260 orang. Sementara kebutuhan di lapangan membutuhkan 281 personil Bhabinkamtibmas.

“Untuk 21 desa yang tidak mendapatkan personil Bhabinkamtibmas nanti akan diambilkan dari personil Polres Bangkalan,” ujar Boby kepada awak media.

Ditegaskanya, personil dengan tugas rangkap tidak mendapat tunjangan Bhabinkamtibmas, karena dalam tugas kesehariannya sudah menyerap anggaran lain seperti anggaran penyelidikan dan penyidikan. Oleh karena itu tidak dibenarkan jika terjadi duplikasi penyerapan anggaran.

Disela pengarahannya, Kapolres Bangkalan juga meminta kepada seluruh personil Bhabinkamtibmas yang tidak menerima anggaran Bhabinkamtibmas agar ikhlas melaksanakan tugas sebagai Bhabinkamtibmas dengan baik.

Ketika ditanyakan langsung kepada anggota Bhabinkamtibmas, "Apakah kalian ikhlas melaksanakan tugas tanpa mendapat anggaran tunjangan," tanya Kapolres.

Seluruh peserta pengarahan menjawab, "Siaaaaap....!". teriak ratusan Bhabinkamtibmas. (pri/ros)

Labels:

Monday, May 21, 2018

Bondet Meledak, Mapolsek Giligenting Berantakan


SUMENEP - Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Giligenting, Kabupaten Sumenep, Madura meledak. Senin (21/05/2018) sore.

Dugaan sementara, ledakan di kantor Mapolsek itu akibat bom ikan (bondet) yang merupakan Barang Bukti (BB) dari hasil sitaan.

“Iya benar ada ledakan. Tapi dugaannya dari barang bukti bom ikan yang ada di Polsek,” kata Sutlan, Kepala Desa Bringsang, Kecamatan Giligenting.

Akibat ledakan itu atap Mapolsek hancur dan barang-barang yang ada di ruangan berantakan. Beruntung kejadian itu tidak sampai menimbulkan korban jiwa karena saat kejadian, situasi di lokasi dalam keadaan sepi.

Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Abd. Mukit mengkonfirmasi kejadian tersebut. Namun, pihaknya mengaku masih belum bisa memastikan perihal kejelasan peristiwa dimaksud.

“Kejadianya benar, kita cek dulu ya ledakan di Gili Genting ini, kami juga belum bisa memastikan apakah kejadiannya di Masyarakat atau di Mapolsek,” pungkas Mukit. (sup/ros)

Labels:

Keracunan Massal, Dua Orang Meninggal Dunia


PAMEKASAN - Korban meninggal dunia akibat keracunan massal di Kabupaten Pamekasan bertambah menjadi dua orang dari sebelumnya satu orang. Sedang 310 orang lainya harus mendapatkan perawatan medis.

Menurut informasi dilapangan, kedua korban meninggal itu masing-masing bernama Marsun (40), warga Desa Ponjanan Timur, Kecamatan Batumarmar. Sedang seorang lainya adalah Muati (55), warga Dusun Sokon, dari desa dan kecamatan yang sama.

"Memang ada satu korban lain yang meninggal, sehingga sampai saat ini sudah ada dua orang korban meninggal," Kata Dayat salah seorang warga desa setempat, Senin (21/5).

Kedua korban keracunan massal ini meninggal dunia di RSUD Dr Slamet Martodirjo Pamekasan, dan tergolong paling parah di antara ratusan orang yang mengalami keracunan massal kala itu.

Untuk diketahui, kasus keracunan massal di Pamekasan itu diduga bermula pada sebuah acara imtihan di salah satu Lembaga Pendidikan Islam (LPI) di Desa Ponjanan Timur, Kecamatan Batumarmar, Sabtu (12/5).

Kala itu, sebanyak 318 orang undangan di diagnoasa mengalami keracunan massal setelah menyantap nasi bungkus yang diberikan panitia pada acara imtihan tersebut.

Akibat kasus keracunan massal itu,  Dinas Kesehatan Pamekasan, menetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB). Penetapan status KLB itu dipandang perlu karena kasus tersebut membutuhkan penanganan khusus dengan jumlah korban yang tidak sedikit, yakni mencapai 318 orang. (anw/ros)

Labels:

Saturday, May 19, 2018

Kalah Setengah Lusin, Posisi Madura United Melorot


JAYAPURA - Pertandingan Persipura vs Madura United dalam lanjutan Liga 1 di Stadion Mandala, Jayapura, Sabtu (19/5/2018) berakhir dengan skor 6-0.

Setengah lusin gol kemenangan tuan rumah dicetak Boaz Solossa (dua gol), Ian Kabes, Marcel Sacramento, Todd Rivaldo Ferre, dan Immanuel Wanggai.

Kekalahan tanpa balas yang dialami tim berjuluk Laskar Sapeh Kerrab di Liga 1 musim ini menjadi kekalahan yang paling tragis. Bahkan akibat kekalahan dimaksud  Madura United harus rela meninggalkan pemuncak klasemen ke posisi empat klasemen sementara.

Pelatih Madura United, Milomir Seslija berujar, hasil pertandingan melawan Persipura Jayapura adalah hasil yang kurang baik buat Madura.

"Hasil 6-0 ini tidak diinginkan oleh kami. Persipura bermain lebih taktikal, di babak pertama mereka punya 3 peluang dan tiga-tiganya menjadi gol. Sedangkan Madura yang memiliki peluang yang sama tetapi tidak dapat dikonversi menjadi gol," katanya. (ros)

Labels:

KPU Sampang Blusukan, Ini yang Dilakukan


SAMPANG - Memasuki tahapan pembentukan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) untuk Pilkada 27 Juni mendatang. KPU Kabupaten Sampang melakukan supervisi ke sejumlah Kecamatan, Sabtu (19/5).

Kegiatan supervisi itu dirangkai dengan bincang santai yang melibatkan PPK dan perwakilan PPS membahas masalah terkait.

Berkaitan dengan pembentukan KPPS itu, Ketua KPU Sampang Syamsul Muarif berujar diperlukan integritas sebagai penyelenggara. Termasuk dalam hal pembentukan KPPS selaku penyelenggara pemilu ditingkat paling bawah.

“Menjaga integritas, salah satu implementasinya adalah mentaati peraturan perundangan, demikian pula terkait proses rekrutmen” kata Syamsul Muarif disela-sela kunjunganya di Kecamatan Kedungdung.

Pada kesempatan tersebut, baik perwakilan KPU dan PPK juga membahas permasalahan dan kendala yang dihadapi dalam perekrutan KPPS sampai dengan batas waktu 19 Mei 2018.

"Diantara kendala yang disampaikan adalah singkatnya waktu dalam melengkapi surat keterangan sehat, serta terdapat beberapa calon KPPS yang telah bertugas selama dua periode, namun terdapat keterbatasan SDM". Tutur Syamsul (idr/ros)




Labels:

Wednesday, May 16, 2018

Bea Cukai Madura Musnahkan Hampir 1 Juta Batang Rokok Ilegal


SUMENEP - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Madura memusnahkan hampir 1 juta batang rokok ilegal, Rabu (16/5/2018).

Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean C Madura Latif Helmi mengatakan, 944 ribu 520 batang rokok tanpa cukai yang dimusnahkan itu diperkirakan bernilai Rp600 juta lebih dengan potensi kerugian negara sekitar Rp281 juta.

"Operasi terhadap rokok ilegal ini tidak akan berhenti pada bulan ini saja. Sebab kami akan terus lakukan operasi," kata Latif Helmi, Rabu (16/5/2018).

Dikatakanya, sejak semester kedua 2017 hingga Maret 2018, Bea Cukai Madura telah mengamankan sedikitnya dua setengah juta batang rokok ilegal, namun pemusnahan tersebut baru dilakukaan pada sebagian barang bukti yang telah mendapat persetujuan.

"Hasil dari semester sebelumnya sampai Maret ini kita total ada 2.586.720 batang. Sekarang yang kita musnahkan 944.520 batang ini yang baru disetujui KPKNL. Sisanya mungkin dimusnahkan semester berikutnya," paparnya.

Menurutnya, selama ini rokok ilegal yang diamankan mayoritas tanpa dilengkapi pita cukai dan merupakan hasil operasi pada empat kabupaten di Madura.

Sejauh ini kata Latif Helmi, peredaran rokok ilegal di wilayah Madura memang cukup tinggi, sehingga penangananya perlu dimaksimalkan dengan melibatkan banyak pihak termasuk masyarakat.

"Kita terus melakukan operasi agar tidak ada lagi produksi maupun peredaran rokok ilegal. Koordinasi dengan semua pihak juga terus kita lakukan," tegas Latif Helmi. (sup/ros)

Labels:

Tuesday, May 15, 2018

KPU Sosialisasikan Pilkada kepada Penyandang Disabilitas


SAMPANG - Suksesnya pelaksanaan Pilkada Sampang pada 27 Juni mendatang menjadi harga mati bagi Komisi Pemilihan umum (KPU) setempat. Untuk itu KPU terus menggencarkan sosialisasi kepada semua elemen.

Selasa (15/5/2018). KPU Sampang melakukan sosialisasi kepada penyandang disabilitas atau kaum difabel bertempat di SMKN 2 Sampang.

Pada pelaksanaanya, KPU juga menggandeng Dinas Sosial (Dinsos) setempat untuk memberikan materi kepada penyandang disabilitas.

Divisi Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Sampang, Miftahur Rozaq mengungkapkan, sosialisasi yang dilakukan KPU merupakan bagian dari upaya untuk mendongkrak partisipasi masyarakat. Selain itu juga bagian dari pemenuhan hak konstitusi  penyandang disabilitas dan pemilih pemula agar bisa menggunakan hak pilihnya pada hari pencoblosan.

”Sosialisasi terhadap penyandang disabilitas ini merupakan hak konstitusi setiap warga. Tak terkecuali penyandang disabilitas, sebab pemenuhan hak konstitusi itu diatur oleh undang-undang," kata Miftahur Rozaq disela-sela penyampaian materi sosialisasi, Selasa (16/5).

Kata Miftahur Rozaq. Secara aturan, KPU juga diharuskan untuk memastikan aksesibilitas terhadap semua segmen pemilih.

”Untuk itu kami memberikan perhatian lebih kepada para pemilih yang memiliki kebutuhan khusus dan pemilih pemula. Sehingga mereka bisa memilih secara benar dan sah," tuturnya.

Dijelaskanya, secara kelembagaan KPU telah menginstruksikan kepada PPK maupun PPS di Kabupaten Sampang agar memfasilitasi pemilih disabilitas sehingga bisa mengakses lokasi TPS.

"Termasuk menyediakan sarana khusus terkait penyedian surat suara seperti templet/braille. Sehingga kami pastikan semua pihak kami fasilitasi hak konstitusinya," paparnya. (idr/ros)

Labels:

Monday, May 14, 2018

Polres, MUI dan FKUB Sumemep Deklarasi Anti Teroris


SUMENEP : Aksi teror yang terjadi di kota Surabaya dalam dua hari terakhir mengundang keperihatinan banyak pihak. Mengantisipasi aksi serupa, Polres Sumenep bersama pihak lain, seperti TNI, Kemenag, Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sumenep mendeklarasikan anti teroris.

“Ini merupakan bentuk ketidak setujuan kami terhadap tindakan teroris yang memakan banyak korban jiwa itu,” kata Kapolres Sumenep AKBP Fadillah Zulkarnaen, Selasa (15/5).

Pada kesempatan yang sama, Ketua FKUB Sumenep KH Mahfud Rahman mengatakan, pihaknya sangat mengutuk keras atas aksi teror yang tidak manusiawi itu. Menurutnya, tindakan teror yang digelorakan pihak tertentu tidak mencerminkan tindakan seorang yang beragama, melainkan merupakan tindakan keji.

“Kami benar–benar mengutuk perbuatan tidak berkemanusiaan dan berketuhanan itu,” tegasnya.

Sementara, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumenep KH Safraji sangat menyayangkan terjadinya pengeboman yang terjadi di Surabaya.

“Kami ikut berduka atas peristiwa tersebut, apalagi hal itu juga mengganggu situasi kondusif yang tercipta selama ini. Kami berharap tidak ada lagi hal–hal menyedihkan seperti ini,” tandas KH Safraji.(sup/ros)

Labels:

Aksi Teror Pengaruhi Stabilitas Pilkada Jatim



SAMPANG - Ditengah lawatanya ke Kabupaten Sampang Madura, Ketua dewan pertimbangan MUI Pusat Din Syamsuddin berujar, maraknya aksi teror bom bunuh diri di Surabaya, bisa merongrong kerukunan umat beragama dan stabilitas keamanan jelang Pilkada Jatim.

”Sebentar lagi sejumlah daerah di Indonesia akan menggelar pesta demokrasi, dengan adanya aksi teror bom beberapa hari ini, kami berkeyakinan untuk menciptakan kekacauan terutama terkait kerukunan umat beragama menjelang Pilkada Jatim,” ujar Din Syamsuddin di Sampang.

Menurut pria bernama asli Sirojudin Syamsudin itu, aksi teror yang sengaja digencarkan oleh kelompok tak bertanggung jawab tersebut, bisa berefek pada timbulnya konflik antar umat beragama di berbagai daerah. Apalagi menjelang gelaran Pilkada.

"Namun kami berkeyakinan, melalui kearifan, maka semua persoalan itu bisa teratasi dengan baik. Polri dan intelejen serta pihak yang bertanggung jawab lainnya dapat menggunakan kewenanganya, sehingga kejadian serupa bisa diminimalisir” tutur mantan ketua PP Muhammdiyah itu.

Ditegaskan Din Syamsudin, aksi teror di berbagai lokasi di Surabaya itu sangat memprihatinkan dan bertentangan dengan ajaran semua agama. Apalagi telah mengakibatkan kekacauan dan kepanikan terhadap masyarakat.

”Tetapi untungnya, umat kristiani sebagai korban masih memberi respon yang rasional dan wajar, sehinggan tidak memicu timbulnya permusuhan dan perpecahan antar umat beragama di republik ini,” timpalnya. (idr/ros)

Labels:

Sunday, May 13, 2018

13 Orang Meninggal Akibat Bom di Gereja


SURABAYA - Kepolisian Daerah Jawa Timur menyebut jumlah korban meninggal akibat bom pada tiga gereja di Surabaya bertambah menjadi 13 orang dari jumlah sebelumnya 8 orang.

"Jumlahnya bertambah lagi menjadi 13 orang yang meninggal dunia. Sedangkan korban luka terdata sebanyak 43 orang dan dirawat di berbagai rumah sakit di wilayah Surabaya," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera.

Frans merinci, tujuh orang meninggal akibat ledakan di Gereja Santa Maria, tiga korban meninggal di Gereja Pantekosta di Jalan Arjuno dan tiga korban meninggal di Gereja Kristen Indonesia di Jalan Diponegoro.

Ia menambahkan dua korban meninggal di RS Bhayangkara Polda Jatim, telah diketahui identitasnya. Rencananya, jenazah kedua korban akan diserahkan ke pihak keluarga. Namun penyerahan batal dilakukan karena dari forensik untuk data primer masih belum terpenuhi.

"Untuk penyerahan kami tunda dan belum bisa diserahkan malam ini. Ada pemeriksaan data primer dan sekunder yang dilakukan tim DVI Polri di RS Bhayangkara Polda Jatim," timpalnya.

Seperti dikabarkan sebelumnya, rentetan bom di Surabaya terjadi di tiga gereja berbeda di Surabaya, pada Minggu pagi kemarin.

Ledakan pertama terjadi di Gereja Santa Maria Ngagel sekira jam 07.30 WIB, kemudian di GKI Jalan Diponegoro pukul 07.35 WIB, dan Gereja Pantekosta Jalan Arjuna pukul 08.00 WIB. (tirto/ros)



Labels: ,

Saturday, May 12, 2018

Laporan Awal, 8 Orang Meninggal Akibat Bom di Gereja


SURABAYA - Kepolisian Daerah Jawa Timur mengkonfirmasi sebanyak 8 orang meninggal dunia, akibat ledakan bom di tiga gereja Surabaya. Selain itu 38 orang lain mengalami luka-luka.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur Komisaris Besar Frans Barung Mangera mengatakan empat orang meninggal di Gereja Santa Maria Jalan Ngagel utara, dua orang dekat Gereja Kristen Indonesia (GKI) Diponegoro, dan dua orang di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Sawahan di Jalan Arjuno, Surabaya.

"Ada 8 korban meninggal, dan 38 orang dibawah ke rumah sakit, termasuk anggota polisi. Ini hasil sementara," kata Barung kepada CNN indoensia.

Ditegaskanya, kepolisian akan melawan semua gerakan teror, dan tak akan pernah takut dengan segala bentuk aksi terorisme.

"Kami lawan, semua bentuk aksi terorisme," timpalnya.

Menurutnya, kronologi ledakan bom di tiga tempat itu, pelaku menyamar menjadi jemaat gereja, kemudian meledakkan dirinya sendiri hingga mengenai sejumlah korban.

"Pelaku pura-pura ingin masuk gereja, tapi kenyataannya mereka melakukan seperti itu," ujarnya

Rentetan bom di Surabaya terjadi di tiga gereja berbeda di Surabaya, Minggu pagi.

Ledakan pertama terjadi di Gereja Santa Maria Ngagel pukul 07.30 WIB, kemudian di GKI Jalan Diponegoro pukul 07.35 WIB, dan Gereja Pantekosta Jalan Arjuna pukul 08.00 WIB. (cnn/ros)

Labels: ,

Tumbangkan Persija, Madura United Pimpin Klasemen Sementara


JAKARTA - Berstatus sebagai tim tamu di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta. Madura United berhasil menekuk tim tuan rumah Persija Jakarta dengan skor 0-2.

Laga yang melibatkan dua tim papan atas itu berlangsung menegangkan sejak babak pertama dimulai. Baik Persija maupun Madura United terlibat jual beli serangan guna merengkuh kemenangan.

Keunggulan awal untuk laskar Sapeh Kerrab didapat pada menit ke 4. Fabiano Beltrame sukses menjebol gawang Persija melalui tendangan pinalti setelah sebelumnya pemain mungil Madura United, Bayu Gatra dilanggar oleh Valentino Telaubun di kotak terlarang.

Skor 0-1 bertahan hingga turun minum. Sebab beberapa kesempatan emas tidak bisa dikonfersi menjadi gol, baik oleh Madura maupun Persija.

Pada babak kedua, laga bertajuk big match itu kian mendebarkan. Persija sebagai tim tuan rumah terus berusaha menggedor area pertahanan Madura United. Namun anak asuh Milomir Seslija terus memberikan perlawanan dengan mengurung setiap pergerakan lawan.

Perlawanan Sapeh Kerrab atas Macan Kemayoran kembali berbuah manis pada menit ke 79. Adalah Zah Rahan Krangar yang mencetak gol kedua atas Persija.

Duel sengit Sapeh Kerrab dan Macam Kemayoran berlanjut. Demi mengejar ketertinggalan, Persija melakukan sejumlah pergantian. Salah satunya dengan memasukkan pemain andalanya, yakni Marco Simic dan Rico Simanjuntak.

Pada momen yang sama, pemain belakang Madura United tampil dengan sangat disiplin, mereka terus menghalau pergerakan lawan hingga menit 90+4 sebelum akhirnya wasit Toriq Al Katiri meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.

Atas keunggulan tersebut, klub yang dibesarkan Achsanul Qosasi ini memimpin puncak klasmen sementara dengan total poin 16,  atau terpaut dua angka dengan posisi runner up yang diduduki Persipura Jayapura. (ros)

Labels: ,

Friday, May 11, 2018

Kebijakan Presiden Amerika Dikutuk Warga


PAMEKASAN - Kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang berencana akan memindahkan Kedubes Amerika dari Tel Aviv ke Al- Quds pada 14 Mei mendatang terus direaksi oleh warga muslim di Indonesia.

Tak hanya di kota-kota besar, aksi penolakan atas kebijakan presiden Amerika Serikat itu juga meluas ke berbagai daerah. Tak terkecuali di Pamekasan Madura.

Di Pamekasan Madura, Ratusan warga muslim mengikuti Aksi Damai Solidaritas Palestina 115 di Monomen Arek Lancor.

Massa menilai, dengan adanya rencana pemindahan Kedubes Amerika dari Tel Aviv Ke Al Quds, Amerika Serikat sebagai negara adidaya telah nyata-nyata menciptakan teror dan keresahan bagi Warga Palestina.

"Sebanyak 128 negara mendukung resolusi yang menolak keputusan Trump yang provokatif ini. Namun, Trump tidak mengindahkan penolakan dunia atas sikap provokatifnya," kata Korlap Aksi Mohammad Alim, Jum'at (11/5/2018).

Dalam orasinya, Mohammad Alim menegaskan, bahwa kebijakan yang didengungkan oleh Donald Trump adalah kebijakan seporadis yang cendrung mengkebiri hak azasi manusia dan kedaulatan suatu negara. Apalagi sejauh ini mayoritas negara-negara di dunia masih mengakui Palestina sebagai negara yang merdeka.

"Donald Trump adalah pemimpin yang zalim, karena melalui kebijakanya telah mengkebiri hak warga Palestina. Untuk itu kami berharap agar serikat bangsa-bangsa bisa menghalau kebijakan presiden Trump yang provokatif," tegasnya. (anw/ros)

Labels: ,

KPU Sampang Bakal Rekrut 10 Ribu Petugas KPPS


SAMPANG - Guna mensukseskan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 27 Juni mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sampang bakal merekrut 10.150 orang  Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Komisioner KPU Kabupaten Sampang, Miftahur Rozaq mengatakan, ribuan KPPS itu nantinya akan di tugaskan di 1.450 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di sejumlah desa se-Kabupaten Sampang. Dengan rincian di masing – masing TPS jumlah petugas KPPS sebanyak 7 orang.

 “ KPU Sampang akan merekrut 10.150 KPPS yang akan bertugas pada 1.450 TPS, dan pengumuman pendaftaran sudah di mulai sejak 7 Mei hingga 12 Mei 2018, dan dilanjutkan pada masa pendaftaran yang akan di buka pada 13 Mei hingga 19 Mei 2018,” kata Miftahur Rozaq seperti dilaporkan rri. Jum’at (11/5/2018).

Menurut pria yang menjabat sebagai Divisi Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyarakat (Parmas) itu, mereka yang akan mendafatar sebagai petugas KPPS dituntut untuk netral, sebab KPPS merupakan ujung tombak penyelenggara pemilu di tingkat paling bawah.

"Mereka akan menyelenggarakan pemungutan dan penghitungan suara di tingkat TPS. Oleh karena itu, salah satu syarat wajib bagi petugas KPPS ini adalah bukan anggota atau pengurus partai politik," timpalnya.

Dengan demikian kata Rozaq, calon anggota KPPS wajib menandatangani pernyatan yang salah satu isinya bukan anggota partai politik. (idr/ros)

Labels:

Tuesday, May 8, 2018

Jelang Ramadan, Harga Sembako Merangkak Naik


SAMPANG - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindagprin) Kabupaten Sampang menyebut, permintaan kebutuhan bahan pokok menjelang bulan ramadan di sejumlah pasar tradisonal di Sampang mulai meningkat. Dengan begitu harga bahan pokok mulai merangkak naik.

Kasi informasi perdagangan Disperindagprin Sampang, Busar Wibisono mengatakan, pada H-10 bulan ramadan kebutuhan sejumlah bahan pokok mulai bergerak naik. Adapun kebutuhan yang mulai mengalami peningkatan adalah  telur ayam, daging, beras dan rempah-rempah.

”Berdasar hasil pemantauan ke sejumlah pasar, permintaan bahan pokok memang mulai meningkat, sehingga harga mulai naik,” kata Busar kepada wartawan.

Kenaikan harga bahan pokok tersebut, sambung Busar. Karena dipicu meningkatnya permintaan dari masyarakat, sebab umumnya masyarakat di Sampang seringkali menggelar hajatan tertentu sebelum melaksanakan puasa ramadan. Meski begitu pihaknya meyakinkan tidak akan ada krisis pasokan bahan pokok, sebab sampai sejauh ini pasokan kebutuhan bahan pokok masih sangat stabil.

”Meski sudah ada kenaikan permintaan dan kenaikan harga, stok kebutuhan pokok di sejumlah pasar relatif stabil, karena kami sudah meminta kepada para pedang di sejumlah pasar untuk menambah stok bahan pokok yang laris di jual,” ungkapnya.

Kata Busar, dalam rangka menjaga stabilitas kebutuhan pokok, instansinya akan menggelar operasi pasar yang bekerja sama dengan pihak-pihak terkait, salah satunya badan urusan logisdtik (Bulog) setempat.

”Sementara kami pantau, jika masih terjadi kenaikan harga kebutuhan pokok, maka pada pekan ke 3 dan 4 di bulan ramadan, kami akan mengadakan operasi pasar," tuturnya. (idr/ros)

Labels: ,

Monday, May 7, 2018

860.000 Siswa Berebut Masuk PTN


JAKARTA - Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) akan kembali digelar secara serentak dengan diikuti 860.001 siswa, selasa (7/5).

Berdasarkan informasi dari panitia pusat SBMPTN 2018, angka tersebut terdiri dari 341.290 peserta bidang sains dan teknologi (Sainstek), 359.140 peserta bidang sosial dan humaniora (Soshum), dan 159.571 perserta bidang campuran.

"Dari total pendaftaran tersebut, diketahui perserta reguler sebanyak 672.816 siswa, dan Bidikmisi sebanyak 187.185 perserta," kata Ketua Panitia Pusat SBMPTN Ravik Karsidi, seperti dilaporkan kantor berita satu.

Menurut Karsidi, ratusan ribu peserta SBMPTN ini memperebutkan kursi di 85 PTN dan akan mengikuti ujian di 42 panitia lokal (panlok) di bawah koordinasi panitia pusat.

"SBMPTN 2018 berlangsung dengan dua skema yakni dengan skema ujian tulis berbasis cetak (UTBC) yang diikuti oleh 833.820 perserta dan ujian tulis berbasis komputer (UTBK) diikuti 26.181 peserta dengan rincian 1.000 peserta mengunakan aplikasi android," paparnya.

Sedang hasil SBMPTN ini akan diumumkan pada 3 Juli 2018. (ros)

Labels: ,

Sunday, May 6, 2018

Angkut 25 Ton Aspal Kering, Perahu Motor Tenggelam


SUMENEP - Sebuah perahu motor dengan nama lambung Potre Koneng tenggelam di Pelabuhan Kalianget, Sumenep, Minggu (6/5/2018) sekitar jam 16:00 WIB. Perahu motor bermuatan aspal kering itu tenggelam karena diduga mengalami kebocoran pada bagian lambung.

Perahu motor yang dinakhodai H. Sin dengan seorang ABK lainya itu tenggelam bersama muatan berupa aspal kering dengan berat sekitar 25 ton yang tidak sempat dievakuasi.

Kepada wartawan, Anggota Satpol Air Polres Sumenep Bripka Salehudin mengatakan, sedianya perahu motor naas ini akan berlayar menuju Pulau Raas untuk mengirim aspal.

"Setelah mengangkut aspal yang diturunkan dari truk selama beberapa saat, perahu terisi air dan tenggelam. Cepat kejadiannya," kata Bripka Salehudin di lokasi kejadian, Minggu sore.

Menurutnya, dalam kejadian ini beruntung tidak sampai menimbulkan korban jiwa, karena semua awak yang ada di dalam perahu berhasil menyelamatkan diri.

"Di perahu ada dua orang, nahkoda dan ABK. Saat kejadian keduanya langsung melompat keluar perahu. Kejadian ini juga tidak ada korban jiwa," jelasnya.

Dalam kejadian ini kerugian ditaksir mencapai rastusan juta rupiah. Karena kapal dan muatan aspal tidak ada yang dapat diselamatkan. (pri/ros)

Labels: , ,

28 Desa di Sumenep Rawan Kekeringan


SUMENEP - Bencana kekeringan maupun krisis air bersih masih menjadi ancaman bagi sejumlah wilayah di Kabupaten Sumenep pada musim kemarau tahun ini.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep menyebutkan, terdapat 28 desa menjadi wilayah rawan kekeringan.

Kepala BPBD Sumenep Abd Rahman Riadi menjelaskan, 28 desa rawan kekeringan terbagi menjadi tiga kategori, diantaranya 15 desa rawan kering kritis, 22 desa rawan kering langka dan satu desa upaya keluar dari ancaman kekeringan.

"Desa-desa yang rawan kekeringan itu ada di tiga belas kecamatan. Ini hasil pendataan yang kita lakukan dan berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya," kata Abd Rahman Riadi, Sabtu (5/5/2018).

Menurutnya, bencana kekeringan memang harus diantisipasi sedini mungkin oleh masyarakat terdampak, salah satunya dengan melakukan upaya penghematan dalam menggunakan air.

"Memang perlu antisipasi, yang dikhawatirkan kemarau tahun ini lebih panjang. Kalau sekarang ketersediaan air di desa-desa itu masih mencukupi," jelasnya.

Dikatakanya, puncak musim kemarau di Kabupaten Sumenep diprediksi akan terjadi bulan Agustus maupun September.

Sebagai upaya penanggulangan bencana kekeringan menjadi lebih buruk, BPBD telah menyiapkan berbagai upaya, salah satunya penyediaan air bersih dan penyaluran tandon air. (pri/ros)

Labels: ,

Friday, May 4, 2018

Berikut Catatan Menarik Seputar Madura United Vs Persib Bandung



PAMEKASAN - Madura United selalu memiliki catatan menarik saat berhadapan dengan Persib Bandung.

Ya, kedua klub papan atas liga 1 itu terus berebut menjadi tim yang terbaik dalam setiap pertandingan. Namun berdasar catatan di atas kertas, laskar Sapeh Kerrab lebih superior dibanding Maung Bandung. Berikut catatanya;

1- Persib Bandung tidak pernah menang atas Madura United, catatan itu bermula semenjak Madura United dibentuk.

2 - Madura United selalu mendulang poin saat berhadapan dengan Persib Bandung, minimal klub kebanggaan warga Madura itu bisa mencuri satu poin dari hasil pertandingan seri.

3- Persib Bandung selalu menelan kekalahan saat bertandang ke Madura.

4- Madura United selalu menahan imbang Persib Bandung di laga a way.


- 28/05/2016 Persib 0-0 Madura United

- 08/10/2016 Madura United 2-1 Persib

- 09/07/2017 Madura United 3-1 Persib

- 19/10/2017 Persib 0-0 Madura United

- 04/05/2018 Madura United 2-1 Persib

Labels: ,

Dari Malaysia, Warga Sampang Bawa Sabu 3,2 Kilogram


Tersangka Ahmadi beserta barang bukti narkoba jenis sabu-sabu diamankan BNNP Jatim. foto/madurasatu

SURABAYA - Ahmadi (35), warga Desa Sokobanah Daya, Kecamatan Sokobanah, Sampang, harus berurusan dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur.

Ia harus mempertanggung jawabkan perbuatanya karena kedapatan membawa 3,2 kg sabu asal Malaysia yang hendak dibawa ke Madura.  Ahmadi diamankan pada hari Jumat (4/5/2018) sekira jam 17:00 WIB di pintu masuk Jembatan Suramadu.

Kepada wartawan, Kabid Pemberantasan BNNP Jatim AKBP Wisnu Candra menjelaskan jika sabu yang dibawa Ahmadi berasal dari Johor Malaysia yang kemudian dibawa ke Dumai, Riau. Sesampainya di Dumai, barang haram tersebut kemudian dibawa mengunakan jalur darat menuju Jakarta hingga ke Surabaya.

"Dari Johor ke Dumai dibawa dengan mengunakan boat pancung pada tanggal 29 April, kemudian secara estafet dibawa dengan mengunakan bus jurusan Surabaya," kata Wisnu

Menurut Wisnu,  petugas yang memperoleh informasi akhirnya melakukan pengintaian hingga mengamankan Ahmadi saat hendak masuk pintu tol Suramadu.

"Setelah kami amankan. Tas berwarna biru tersebut kami geledah. Disitu kami temukan tiga bungkus plastik kristal (sabu) dengan berat masing-masing 597, 614 dan 504 gram di dalamnya," ujar Wisnu.

Tak lama kemudian kata Wisnu, Tim penyidik BNNP Jatim juga melakukan pengeledahan barang yang dibawa Ahmadi, termasuk sebuah rice cooker.

"Kami juga temukan rice cooker. Setelah dibongkar ternyata ada empat bungkus sabu yang di lilitkan di bawahnya seberat 1,5 Kg," kata Candra.

"Kami akan dalami kasus ini. Untuk mengungkap jaringannya," Timpalnya.

Akibat perbuatanya, pria asal Madura itu akan dijerat dengan Pasal 114 (2) Jo Pasal 112 (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. (detik/ros)

Labels: ,

Dihajar Sapeh Kerrab, Maung Bandung Takluk


PAMEKASAN - Menjamu Persib Bandung di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan. Madura United unggul dengan skor 2-1.

Laga beraroma balas 'dendam' itu berlangsung sengit sejak peluit pertama ditiup oleh wasit. Baik Sapeh Kerrab maupun Maung Bandung saling jual beli serangan ditengah teriknya matahari tanah garam.

Keunggulan Madura United dimulai dari tendangan pinalti yang di ekskusi oleh Fabiano Beltrame pada menit 36. Pemain berkualitas itu sukses menjadi algojo pinalti setelah sebelumnya Greg Nwokolo dilanggar di area kotak pinalti oleh penjaga gawang Persib Bandung, M Natsir.

Pada menit 81, Madura United berhasil memperlebar jarak keunggulan dengan tim tamu melalui tendangan bebas. Lagi-lagi, sepakan spektakuler Fabiano Beltrame sukses membuat M Natsir kelabakan.

Dengan keunggulan 2-0, kedua tim tampil lebih berhati-hati. Baru pada menit 90, Persib membalas gol melalui Jonathan Bauman yang sebelumnya menerima umpan datar dari Ghozali Siregar. Skor 2-1 pun bertahan hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya laga.

Raihan tiga poin yang didapat Sapeh Kerrab, semakin memperkokoh catatanya sebagai tim yang tidak pernah kalah bermain di kandang. Dengan demikian, klub yang dibesarkan Achsanul Qosasi itu berhasil menduduki peringkat ke-2 dengan poin 13, atau selisih satu peringkat dengan pemuncak klasmen Persipura Jayapura. (ros)


Labels: ,

Thursday, May 3, 2018

Masyarakat Harus Jeli Melihat Rekam Jejak Kepala Daerah


SURABAYA - Pemungutan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 bakal digelar pada 27 Juni mendatang.

Setiap pasangan calon yang berlaga di 171 daerah telah berkampanye mengenalkan diri dan memaparkan program andalan masing-masing. Tetapi yang terpenting, kepala daerah pilihan rakyat harus bebas dari bayang-bayang masalah hukum. Semisal korupsi, penyalahgunaan wewenang dan tindakan melawan hukum lainya.

Untuk itu, pengamat politik Iskandar Zulkarnain, mengimbau masyarakat agar jeli menelisik rekam jejak atau track record para calon kepala daerah, termasuk yang terindikasi terlibat kasus korupsi.

Menurut Iskandar, rekam jejak calon kepala daerah menjadi penting untuk diketahui masyarakat  guna mencegah terjadinya praktik-praktik kotor dalam dunia pemerintahan yang akan dilaksanakan berikutnya.

"Track record para calon sebaiknya jadi pertimbangan bagi masyarakat, karena hal ini penting.  Kalau kemudian calon kepala daerah yang dipilih ternyata terlibat korupsi atau yang lainya, maka yang dirugikan masyarakat sendiri‎," kata Iskandar, Kamis (3/5).

Tak sampai itu, pria yang dikenal sebagai dosen di salah satu PTN di Jawa Timur itu pun mengingatkan para calon terutama yang berasal dari penyelenggara negara untuk menjauhi tindakan-tindakan yang koruptif dalam proses pilkada.

Ia juga mengingatkan para calon yang terpilih sebagai kepala daerah untuk tidak bermain-main dalam mengelola anggaran negara.

"Masyarakat harus betul-betul cermat untuk menentukan figur seorang pemimpin, jangan sampai asal pilih. Termasuk harus cermat memahami siapa saja yang ada pada lingkaran para calon," tegasnya.

Guna meminimalisir itu semua, sambung Iskandar. masyarakat harus berperan aktif memantau jalannya pesta demokrasi di daerah. Termasuk segera melaporkan kepada penyelenggara Pemilu atau aparat penegak hukum jika menemukan adanya politik uang atau tindak pidana lainnya.

"Kalau masyarakat mmenemkan ada politik uang, ingin membeli suara masyarakat, maka kami imbau agar melapor ke penyelenggara dan pengawas pemilu. Sebab tindakan semacam itu menjadi cikal bakal terjadinya korupsi yang dilakukan kepala daerah," paparnya. (adi/ros)





Labels: ,

Wednesday, May 2, 2018

14 ASN di Pamekasan Terlibat Politik Praktis


PAMEKASAN - Panita Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Pamekasan mengaku tengah mendalami laporan keterlibatan  aparatur sipil negara (ASN) yang tidak netral dalam Pilkada.

Dari hasil investigasi itu, ada 14 ASN dinyatakan memenuhi unsur pelanggaran lantaran terlibat dalam politik praktis.

Divisi SDM dan Organisasi Panwaslu Pamekasan Suryadi menjelaskan, pihaknya telah melayangkan rekomendasi kepada komisi ASN Jawa Timur untuk memberikan sanksi kepada 14 ASN yang sudah memenuhi unsur pelanggaran tersebut.

"14 ASN yang direkomendasikan untuk di sanksi itu, merupakan hasil pengembangan dari laporan sebelumnya, yang menyatakan ada 5 ASN dari salah satu OPD di Pamekasan yang terlibat dalam politik praktis Pilkada," katanya.

Dari kelima ASN yang diperiksa itu, kata Suryadi. Kemudian Panwaslu memeriksa sembilan abdi negara lainya. Dari hasil kesimpulan, 14 ASN itu dinyatakan memenuhi unsur pelanggaran. Sebab, mereka diduga kuat ikut mengkampanyekan salah satu pasangan calon (paslon) Bupati dan wakil Bupati Pamekasan.

“Kalau memang harus dijatuhi sanksi, Ya silahkan, itu kewenangan komisi ASN. Tujuannya, agar hal serupa tidak terulang kembali di Pamekasan,".

Disinggung kepada siapa 14 ASN itu berpihak. Suryadi mengaku persoalan tersebut tidak untuk menjadi konsumsi publik dan cukup menjadi rahasia di internal Panwaslu Pamekasan.

“Tidak perlu kami sampaikan kepada siapa mereka tidak netral, yang jelas memenuhi unsur pelanggaran,” ungkapnya. (anw/ros)

Labels: ,

Khofifah Tak Kapok Maju di Pilgub


SAMPANG - Dua kali gagal pada pemilihan gubernur (Pilgub) Jatim 2008 dan 2013. Khofifah Indar Parawansah mengaku tidak kapok terjun ke dunia politik untuk kesekian kalinya.

Ditemui saat mengunjungi pasar Srimangunan Sampang, Khofifah mengaku optimistis bisa memenangi Pilgub Jatim 2018.

“Rasanya animo, respon serta impresinya berbeda, saya menangkap satu respon yang sangat strategis dan menjadikan respon positif. Mudah-mudahan semuanya bergerak pada akumulasi kemenangan 27 Juni 2018,”. Kata Khofifah menjawab pertanyaan wartawan di Sampang, Rabu (2/5/2018).

Untuk menggalang kekuatan, sambung Khofifah. Dirinya bersama Emil Elistyanto Dardak terus gencar mencari dukungan di berbagai daerah. Tak terkecuali di Sampang Madura.

"Mudah mudahan menang lah," timpal Khofifah sembari melepas senyum pada awak media.

Berdasar catatan sejumlah pihak, pada pelaksanaan Pilgub 2008 lalu, Khofifah yang kala itu berpasangan dengan Modjiono (KAJI) sempat 'dikerjai' warga Sampang dan Bangkalan dengan praktik kecurangan. Dimana sempat dilakukan pemilihan tiga kali putaran untuk wilayah Sampang dan Bangkalan.

Sedang pada Pilgub 2013. Khofifah Indar Paranwasa dan Herman atau yang lebih dikenal dengan sebutan BERKAH juga 'dikerjai' dengan kecurangan tidak disebarkannya undangan pada pemilih, terutama di kantong-kantong pendukung pasangan BERKAH. Bahkan indikasi kecurangan atas pasangan BERKAH juga didapat dari temuan perolehan suara nol untuk pasangan ini di sejumlah desa di Kabupaten Sampang. (idr/ros)



Labels: ,

Tuesday, May 1, 2018

Tak Santun, Acara Haflatul Imtihan Disesalkan Kemenag


SAMPANG - Pihak kantor kementrian agama (Kemenag) Kabupaten Sampang, baru-baru ini menerbitkan surat himbauan untuk lembaga pendidikan yang dinanunginya. Semisal pondok pesantren dan madrasah diniyah.

Surat himbauan tertanggal (30/4/2018) yang ditandatangani oleh Kepala Kemenag Sampang H.Juhedi itu disampaikan menyusul merebaknga video viral yang dinilai mencederai dunia pendidikan islam. Dimana salah satu madrasah diniyah di wilayah Kecamatan Kedungdung Sampang menampilkan tarian-tarian yang tidak sepantasnya terjadi di dunia pendidikan islam.

Adapun poin-poin surat himbauan yang diedarkan oleh Kemenag. Pertama menghimbau semua pondok pesantren (pontren) dan madrasah untuk melakukan pembinaan dan pengawasan secara langsung pelaksanaan haflatul imtihan agar tetap sesuai dengan tuntutan syariat islam.

Kedua, menjaga penampilan siswa/santri agar tetap mengacu pada nilai-nilai yang islami dan menjaga akhlaqul karimah.

Ketiga, madrasah harus tetap menjaga agar tidak bebaurnya antara laki-laki dan perempuan saat menghadiri dan menonton penyelenggaraan wisuda dan haflatul imtihan.

Keempat, dalam hal pelaksanaan wisuda santri/siswa maupun haflatul imtihan yang dikemas berupa karnafal dan pagelaran agar tidak memakai busana dan beraktrasi tetap menjaga nilai dan tradisi yang islami, menjaga akhlakul kharimah serta tidak sampai mengganggu ketertiban dan fasilitas umum.

Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD-Pontren) Kemenag Sampang, Sitti Sarroh mangatakan, surat himbauan dengan nomor: B-982/KK.13.21.1/HM.00/04/2018 yang dikeluarkan Kemenag kepada semua pontren dan madrasah merupakan salah satu upaya untuk memastikan jalanya perayaan haflatul imtihan tidak melenceng dan bertentangan dengan nilai dan tradisi islam.

”Melalui himbauan ini, kami berharap semua perayaan haflatul imtihan di sejumlah pontren dan madrasah dapat berjalan sesuai dengan syariat islam, atau tidak sebagaimana lazimnya dilaksananakan oleh sekolah formal,”kata Sitti Sarroh pada wartawan, Selasa (1/5/2018).

Menurut Sitti Sarroh, perayaan haflatul imtihan dilingkungan pontren dan madrasah diniyah, sejatinya adalah bentuk tasyakuran untuk memperbaiki proses belajar mengajar agar ilmu yang diperoleh oleh siswa/santri menjadi ilmu yang bermanfaat.

”Maka sangat tidak elok, jika ada pontren dan madrasah diniyah yang merayakan haflatul imtihan dengan menampilkan antraksi, busana yang tidak islami, karena itu melenceng dari tujuan di adakanya haflah itu sendiri,” ucapnya. (idr/ros)

Labels:

Buruh Ngaku Kapok Pilih Jokowi


JAKARTA - Puluhan ribu buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI)  ikut memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day, 1 Mei 2018 di Jakarta.

Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan ada tiga tuntutan buruh yang dinamakan Tritura plus, yaitu tiga tuntutan buruh dan rakyat.

"Pertama, menuntut pemerintah menurunkan harga beras dan bahan bakar minyak serta tarif listrik. Tujuannya, membangun ketahanan pangan dan energi," kata Said Iqbal.

Adapun yang kedua, kata Said Iqbal. menolak upah murah. Untuk itu KSPI meminta Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang pengupahan dicabut.

Tuntutan ketiga adalah penolakan terhadap tenaga kerja asing (TKA) buruh kasar asal Cina. KSPI menginginkan pencabutan Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing.

"Hapus outsourcing dan pilih presiden RI 2019 yang proburuh," katanya.

Peringatan Hari Buruh 2018 sekaligus menjadi ajang deklarasi calon presiden 2019-2024 yang didukung buruh. Karena itu, massa KSPI mengumumkan capres 2019 pilihan buruh, yakni Prabowo Subianto.

"Kami sudah kapok memilih pemimpin negeri (presiden) yang tidak pro rakyat," timpalnya. (mol/ros)

Labels: